KADER PESANTREN MEMBENAHI POLITIK BANGSA
Politik
merupakan suatu usaha yang dilakukan dan diterapkan untuk mempengaruhi apa dan
siapa yang menjadi target mereka untuk dipengaruhi. Namun, merebak di kalangan
global bahwa politik merupakan beberapa kelompok atau golongan yang saling
bekerja sama untuk merebut sebuah tujuan demi mendapatkan sebuah keuntungan
yang telah dijadikan tujuan dengan membentuk sebuah partai. Tak disangkal,
sering dipertontonkan di beberapa media massa, bahwa sebuah politik sering kali
hanya melibatkan perdebatan antara beberapa partai Golkar, Demokrat, PDI, dll.
Serta adanya tindak KKN dari beberapa anggota DPR bahkan presiden yang harus
ditangani dengan proses penyelesaian yang begitu panjang.
Mengenai hal
tersebut, tak perlu disalahkan jika banyak orang ingin menjadikan dirinya
sebagai anggota partai agar bisa berpolitik dan mengambil beribu-ribu
keuntungan. Dan inilah merupakan salah satu dari beberapa masalah yang
seringkali menghancurkan beberapa norma dan aturan-aturan bangsa. Dengan adanya
tujuan yang tak sesuai dan dirasa cukup sangat pantas, politik kini dijadikan
salah satu jalan untuk melakukan tindak KKN dan kriminal.
Tak lain sebuah
sebab yang akan memunculkan sebuah akibat. Sebuah politik bangsa merupakan
dimana titik kesempatan untuk membangun tujuan dan cita-cita bangsa seperti
semula. Dan seorang politikuslah yang berperan penting dalam penyusunan cara,
metode dan program untuk meraihnya.
Namun kini satu hal yang perlu dan sangat perlu ditanyakan. Beberapa
partai politik kini tak lagi dapat merangkul dan menyelesaikan beberapa
permasalahan masyarakat yang ada. Hukum dan program politikkah yang tak sesuai
dengan keadaan yang ada? Atau peranan politikuskah yang menghancurkan fungsi
hukum dan program politik yang ada?
Untuk
menjadikan salah satu solusi dalam membenahi politik bangsa yang sesuai dengan
norma dan aturan yang ada, serta dapat meraih cita-cita bangsa dan pancasila,
haruslah mengangkat tinggi seorang pemimpin dan beberapa bawahan yang memiliki
kualitas Intelektual yang tinggi. Namun tak sekedar hanya itu saja, kualitas
diri dan moral cukup sangat mempengaruhi seseorang dalam memimpin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar