Senin, 25 Agustus 2014

Power Motivation



THE POWER OF KEPEPET
·         Lebih baik kecil jadi bos daripada gede jadi kuli
“Jangan pernah ulangi kesalahan papah, lebih baik kecil jadi bos, daripada gede jadi kuli! Kuli kerja, kuli dapet makan, kuli nggak kerja, nggak dapet makan! Kalau boss, nggak kerja pun dapet makan”.

a.       Seandainya
Bayangkanlah, malam hari ini orang yang paling Anda sayangi mendadak sakit keras, demam tinggi dan kondisinya semakin melemah. Kemudian Anda membawanya ke rumah sakit. Setelah pengecekan di UGD, ternyata dia didiagnosis mengidap tumor yang gadas di otaknya. Dokter mengatakan bahwa ia harus dioperasi besok juga, jika tidak ia maka nyawanya akan melayang. Nah, operasi hanya bisa dilakukan jika Anda menyerahkan uang tunai sejumlah 50 juta rupiah paling lambat jam 9 esok hari. Bagaimana? Apakah Anda masih akan mengatakan tidak bisa? Mayoritas akan menjawab, “Harus Bisa!!!”.
Kenapa? Karena sudah Kepepet! Jika tidak, nyawa orang yang Anda sayangi akan melayang. Entah dari mana dapat duitnya.
Seberanarnya jika dalam kondisi yang kepepet dan tidak diberikan pilihan untuk “tidak bisa” manusia akan berpikir dan mencari jalan “bagaimana harus bisa”.
b.      Kepepet vs Iming-Iming
Ada dua sebab yang membuat orang tak tergerak untuk berubah. Yang pertama adalam impiannya kurang kuat, yang kedua adalah tidak dalam keadaan kepepet. Dua hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai kurang motivasi. Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun pelatih/trainer motivasi pada umumnya adalah hanya menggunakan impian sebagai “iming-imgin” untuk menggerakkan peserta pelatihan (audiens).  “Apa impian Anda? Siapa yang ingin punya mobil dan rumah mewah? Atau bahkan punya kapal pesiar?” Memang saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan. Apa jadinya? Mereka tetap diam di tempat.
Contoh kedua, ada seorang salesman bekerja di suatu perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus. “Jika Anda mencapai target yang telah ditentukan, maka Anda akan mendapatkan bonus jalan-jalan keluar negeri” Kata Managernya. “Gimana, semangat?” lanjut manager berinteraksi. “Semangat...ngat...ngat!!!” sambut selesman, sambil mengepalkan tangannya seolah siap tempur. Bulan demi bulan berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si manager bertanya, “Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?” Salesman menjawab, “Tidak Pak, cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak.” Setelah 3 bulan masa “iming-iming” tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia berteriak agak menekan di dalam meetingnya, “Pokoknya, jika Anda tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah saja tetapkan, Anda saya PECAT!”. Nah, keluarlah keringat dingin si salesman, malu, nggak pedenya hilang seketika. Kok bisa? Karena KEPEPET! Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat, penghasilannya akan nol. “Trus, anak istriku makan apa?” pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama ini tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui. Itulah yang disebut dengan The Power Of Kepepet.
Dan 97?% orang termotivasi karena kepepet. Bukan karena iming-iming. Maka dari itu ada pepatah mengatakan:
“KONDISI KEPEPET ADALAH MOTIVASI TERSEBER DI DUNIA”


Text Box: MOTIVASI DIKEJAR MACAN
Bayangkan Anda berada di atas gedung kembar bertingkal 20. Jarak antar gedung adalah 10 meter. Di antara gedung itu dibentahkan besi yang hanya selebar kaki untuk menyeberangi kedua gedung. Katakanlah Anda berada di gendung A, dan sisi lain adalah gedung B. Maukah Anda menyeberang gedung itu melalyi sebatang besi tadi? Mungkin Anda akan berpikir, “Iseng banget pertaruhkan nyawa tanpa arti!” Betul? Bagaimana jika saya berikan “iming-iming” hadiah di ujung B sebesar 10 juta? Masih pikir-pikir ya? Kenapa? Karena tidak sebanding dengan resikonya. Saya naikkan lagi menjadi 20 juta dech. Ehemm.... masih kurang gede! Gimana kalo 1 Milyar? Nah itu baru menarik!!!
Kondisi kedua, bagaimana jika selain iming-iming satu milyar, saya lepaskan seekor macan yang siap menerkaam Anda di gedung A? Oops, pasti tambah kencang menyeberangnya.
Kondisi yang ketiga, bagaimana jika iming-iming satu milyar tadi saya hilangkan. Tapi macanya tetap saya lepaskan. Mungkin Anda tak akan berpikir lagi kali ya, pasti Anda tetap akan berlari menyeraberang juga! Jadi, lebih besar mana pengaruhnya, The Power of Kepepet atau The Power Of Iming-Iming?
 










c.       Dari Mana Datangnya Kekuatan Itu?
Percaya atau tidak, sebagian siswa pernah merasakan pengalaman ini. SKS alias Sistem Kebut Semalam, hampir semua siswa pernah mengalaminya. Menjelang ujian esok harinya, Anda belajar semalaman. Apa yang terjadi? Otak Anda seolah “Melar” dengan cepat, memepelajari banyak hal hanya dalam 1 malam. Anehnya juga, rasa rantuk dan lelah pun dapat terkalahkan.
Bukankah ini yang di namakan The Power of Kepepet. Dalam keadaan kepepet, selelah apapun tak akan terpedulikan.
d.      Efek Placebo
Profesor Tony Dickenson melakukan suatu percobaan dengan memberikan kejutan listrik terhadap 6 orang mahasiswa. Mereka dibagi menjadi 2 kelompok, yang akan diberi 2 macam pil, yaitu pil pengurang rasa sakit (pain killer) dan pil penambah rasa sakit (pain booster). Dengan level sengatan yang sama. Kelompok yang memakan pil pain booster merasakan rasa sakit lebih dari sebelum mereka memakan pil. Sedangkan kelompok yang memakan pil pain killer bisa meahan rasa sakit lebih lama dan merasa berkurang sengatannya. Tahukan Anda, pil apa sebenarnya yang mereka makan? Ternyata bukan ginseng atau obat kuat. Kedua pil tersebut sebenarnya sama-sama tepung dan gula yang diberi warna berbeda. Itulah yang disebut egek Placebo atau obat tipuan. Lantas, apa yang membuat mereka merasa lebih sakit atau berkurang rasa sakitnya? HARAPAN dan KEYAKINAN mereka terhadap apa yang akan terjadi pada mereka akan benar-benar terjadi.
Banyak orang tidak berani melangkah karena mereka mempunyai keyakinan-keyakinan yang salah, yang idbentuk oleh dirinya dan lingkungannya selama ini. Mereka tidak yakin bahwa bereka bisa melompat lebih tingg dari apa yang mere pikirkan.
Sama halnya dengan orang yang berkata, “Kalo Rezekiku memang segini, ya selamanya bakalan segini”. Bukankah Tuhan seperti prasangka kita? Jika kita berprasangka Tuhan akan memberikan yang terabik, maka yang akan kita dapat adalah yang terbaik. Demikian juga sebaliknya, jadi hati-hati dengan apa yang kita pikirkan, karena itu bisa menjadi kenyataan.
“JIKA KITA BERHARAP SESUATU AKAN MENYAKITI PADA DIRI KITA, MAKA HASILNYA BISA BENAR-BENAR MENYAKITKAN”


Text Box: SEKALI LAGI KEKUATAN KEPEPET
Di sebuah kerajaan, seorang Raja yang juga seorang kesatria yang tangguh, mengadakan sebuah sayembara untuk mencari seorang kesatria yang pantas mendampingi putrinya. Sayembaranya sangatlah sederhana, “Barang siapa yang berani menyeberangi kolam renangnya yang berjarak 20 meter saja, maka akan menjadi pemenang. Hadiah bagi pemenang adalah akan dipersutingkan dengan putri raja”. Siapa yang tidak mau dapat putri raja yang cantik? Cukup hanya dengan menyeberang kolam. Tunggu dulu .... ada pemberitahuan lainnya. Ternyata, di dalam kolam ada seekor buaya betina (kalau jantan namanya pakaya) yang sudah 1 tahun tidak diberi makan. Siapa berani hayoo??? Padahal ribuah peserta sudah bersiap-siap di pinggir kolam untuk mendapatkan impiannya. Tapi mendadak nyali mereka ciut, setelah tahu bahwa ada buaya yang ikut berenang. Asli, tak ada yang mau menggadaikan hidupnya sekalipun diiming-imingin menjadi mantu raja, yang berarti bisa jadi raja juga kelak.
Sunyi, sepi, dan tak ada yang bergerak. Tiba-tiba terdengar bunyi “Byuuurrr!!” Semua langsung menatap kelam yang berkecipak. Ada dua gerakan yang bergerak sama cepat, saling berkejaran, hingga muncullah seoorang pemuda dengan tampang menggigil dan nafas ngos-ngosan. “Selamat! Anda layak menjadi manantu saya! Dan Anda memang betul-betul kesatria!” Raja menyalami sang pemenang.
 














                    





Text Box: “Apa kiatnya menyeberangi kolam dengan buaya ganas di dalamnya?” tanya sang Raja. Pemuda itu menatap Raja dengan wajah keheranan, lalu menatap hadirin dengan wajah memerah. “Hooiii!! Siapa tadi yang mendorong aku masuk kolam? Siapa???” teriaknya lantang dan galak.
Didorong ke kolam, dipaksa mengambil resiko, kepepet mempertahankan hirup yang mengeluarkan kemampuan super kita yang tersembunyi. Tentu saja, siapa mau sih dijorokkan (diceburkan) dan harus menanggung resiko? Namun dalam kehidupan, dijorokkan adalah suatu kiat/kebutuhan kita menuju sukses. Jika tidak, maka kita akan berjalan di tempat dalam zona nyaman kita saat ini.
Kalo nggak diceburkan, nggak bisa jadi mantu Raja kan???
 










Sekilas pengetahuan yang dapat dijadikan sebuah super dan power motivasi.

Politik Masa Depan



KADER PESANTREN MEMBENAHI POLITIK BANGSA

Politik merupakan suatu usaha yang dilakukan dan diterapkan untuk mempengaruhi apa dan siapa yang menjadi target mereka untuk dipengaruhi. Namun, merebak di kalangan global bahwa politik merupakan beberapa kelompok atau golongan yang saling bekerja sama untuk merebut sebuah tujuan demi mendapatkan sebuah keuntungan yang telah dijadikan tujuan dengan membentuk sebuah partai. Tak disangkal, sering dipertontonkan di beberapa media massa, bahwa sebuah politik sering kali hanya melibatkan perdebatan antara beberapa partai Golkar, Demokrat, PDI, dll. Serta adanya tindak KKN dari beberapa anggota DPR bahkan presiden yang harus ditangani dengan proses penyelesaian yang begitu panjang.
Mengenai hal tersebut, tak perlu disalahkan jika banyak orang ingin menjadikan dirinya sebagai anggota partai agar bisa berpolitik dan mengambil beribu-ribu keuntungan. Dan inilah merupakan salah satu dari beberapa masalah yang seringkali menghancurkan beberapa norma dan aturan-aturan bangsa. Dengan adanya tujuan yang tak sesuai dan dirasa cukup sangat pantas, politik kini dijadikan salah satu jalan untuk melakukan tindak KKN dan kriminal.
Tak lain sebuah sebab yang akan memunculkan sebuah akibat. Sebuah politik bangsa merupakan dimana titik kesempatan untuk membangun tujuan dan cita-cita bangsa seperti semula. Dan seorang politikuslah yang berperan penting dalam penyusunan cara, metode dan program untuk meraihnya.  Namun kini satu hal yang perlu dan sangat perlu ditanyakan. Beberapa partai politik kini tak lagi dapat merangkul dan menyelesaikan beberapa permasalahan masyarakat yang ada. Hukum dan program politikkah yang tak sesuai dengan keadaan yang ada? Atau peranan politikuskah yang menghancurkan fungsi hukum dan program politik yang ada?
Untuk menjadikan salah satu solusi dalam membenahi politik bangsa yang sesuai dengan norma dan aturan yang ada, serta dapat meraih cita-cita bangsa dan pancasila, haruslah mengangkat tinggi seorang pemimpin dan beberapa bawahan yang memiliki kualitas Intelektual yang tinggi. Namun tak sekedar hanya itu saja, kualitas diri dan moral cukup sangat mempengaruhi seseorang dalam memimpin.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Manajemen Keuangan

@caksucahndoko

A.Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan merupakan susunan beberapa kegiatan dari departemen Manajemen Keuangan yang terdiri dari perencanaan, penganggaran, pencarian, pengelolaan, pengendalian, pemeriksaan, dan penyimpanan dana secara efisian dan efektif dalam suatu organisasi atau perusahaan.
B. Fugsi Manajemen Keuangan
Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi Manajemen Keuangan:
1.  Perencanaan Keuangan adalah membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan dana pada setiap kegiatan dalam periode tertentu.
2.  Penganggaran Keuangan adalah tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat susunan data yang detail mengenai pengeluaran dan pemasukan dana.
3.  Pencarian Keuangan adalah mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada sesuai dengan dana yang sudah dianggarkan untuk operasional kegiatan perusahaan.
4.  Pengelolaan Keuangan adalah mengoptimalkan penggunaan dana perusahaan secara efektif dan efisien.
5.  Pengendalian Keuangan adalah melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan agar tidak terjadi penyimpangan.
6.  Pemeriksaan Keuangan adalah melakukan kontrol dan audit internal atas sistem perputaran keuangan perusahaan.
7.  Penyimpanan Keuangan adalah me­nyimpan dan mengamankan dana perusahaan dengan baik dan benar.

C.Tujuan Manajemen Keuangan
Tujuan manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan dan kemakmuran pemilik sahamnya. Bila nilai perusahaan meningkat maka kekayaan pemilik meningkat dan berarti kemakmuran pemilik akan meningkat.
Nilai perusahaan yaitu harga dimana calon pembeli bersedia membayar apabila perusahaan tersebut dijual. Nilai perusahaan dapat diukur dari harga saham perusahaan, jika semakin tinggi harga saham maka akan semakin tinggi nilai perusahaan.