Senin, 22 September 2014
Senin, 15 September 2014
Simulasi Liquiditas dan Time Value of Money
SIMULASI LIQUIDITAS, SOLVABILITAS, dan RENTABILITAS
TIME VALUE OF MONEY
PENGERTIAN
Time value of money (nilai waktu
uang) ialah konsep yang menyatakan bahwa nilai uang sekarang akan lebih
berharga daripada nilai uang masa yang akan datang. Atau konsep
yang mengacu pada perbedaan nilai uang yang disebabkan karena perbedaan waktu.
Dalam peritungan uang, nilai Rp 1.000,- yang
diterima saat ini akan lebih bernilai atau lebih tinggi dibandingkan dengan RP
1.000,- yang akan diterima di masa yang akan datang.
Hal tersebut sangat mendasar karena nilai
uang akan berubah menurut waktu yang disebabkan oleh beberapa faktor
diantaranya inflasi, perubahan suku bunga, kebijakan pemerintah dalam hal
pajak, suasana politik, dll.
MANFAAT
Manfaat time value of money adalah untuk
mengetahui apakan investasi yang dilakukan dapat memberikan keuntungan atau
tidak. Time value of money berguna untuk menghitung anggaran. Dengan demikian
investor lebih menyukai suatu proyek yang memberikan keuntungan setiap tahun dimulai
tahun pertama sampai tahun berikutnya.
METODE
Metode-metode yang digunakan.
1. Future Value (nilai yang akan
datang)
Yaitu nilai uang di masa yang
akan datang dari uang yang diterima atau dibayarkan pada masa sekarang dengan
memperhitungkan tingkat bunga pada setiap periode selama jangka waktu tertentu.
Contoh:
Sebuah perusahaan memeroleh
pinjaman modal dari suatu bank sebesar Rp 5.000.000,- untuk membeli peralatan
produksi dengan jangka waktu 5 tahun, bunga yang dikenakan sebesar 18%
pertahun. Berapa jumlah yang harus dibayar oleh perusahaan tersebut pada akhir
tahun ke 5?
Jawab:
FV = Po (1+r) n
FV = Rp 5.000.000,- (1+1,8) 5
FV = Rp11.438.789,-
Jadi jumlah
yang harus dibayarkan perusahaan kepada bank sebesar Rp 11.438.789,-
2. Present Value (nilai sekarang)
Contoh
:
A pada hari ini
mendapat pinjaman dari B sebanyak Rp 100 juta yang ingin saya investasikan
selama satu tahun. Ada 3 pilihan bagi saya untuk menanamkan uang saya tersebut,
yaitu :
·
Deposito 12 bulan dengan bunga 8%/thn,
·
Beli rumah lalu dikontrakkan Rp 10 jt/thn untuk
kemudian semoga bisa dijual di akhir tahun dengan harga Rp 150 juta,
·
Beli emas sekarang dan dijual akhir tahun.
Agar dapat
lebih mudah memilih investasi yang paling menguntungkan, A ingin tahu berapa
sih nilai sekarang dari hasil investasi untuk masing-masing pilihan? Atau
dengan kata lain, berapa rupiahkan uang yang akan A terima dari masing-masing
pilihan investasi seandainya hasil investasi tsb A terima sekarang, bukannya
satu tahun kedepan? NPV digunakan untuk menjawab pertanyaan ini.
NPV merupakan
hasil penjumlahan PV pengeluaran untuk investasi dan PV penerimaan dari hasil
investasi.
Rumus untuk
menghitung PRESENT VALUE (PV) adalah :
PV = C1 / (1 +
r)
C1 = Uang yang akan diterima di tahun ke-1.
r = Discount rate/ opportunity cost of
capital.
Sedangkan rumus
untuk menghitung NPV adalah :
NPV
= C0 + ( C1 / (1 + r))
C0 = Jumlah
uang yang diinvestasikan (karena ini adalah pengeluaran, maka menggunakan
bilangan negatif).
Untuk
menghitung NPV Deposito, saya menggunakan discount rate (r) sebesar 4 %. Angka
ini saya ambil dari tingkat bunga tabungan.
Jadi ,
NPV
Deposito = (-100 jt) + (108 jt / ( 1 + 0,04 ))
= (- 100 juta) +
103,85 juta
= 3,85 juta
Untuk
menghitung NPV Rumah, saya gunakan discount rate 12 % untuk mengakomodasi
tingkat risiko.
NPV
Rumah = (- 100 jt + 10 jt) + (150 jt / ( 1 + 0,12))
= ( - 90 jt) + 133,93 jt
= 43,93 jt
Untuk
menghitung NPV Emas, discount rate-nya 0 %, karena emas meskipun berfungsi
sebagai store of value / alat penyimpan kekayaan, emas tidak memberikan hasil.
NPV
Emas = (- 100 jt) + ( 100 Jt / (1 + 0,00))
= 0 jt
v
Senin, 01 September 2014
Tugas Manajer Keuangan dan Laporan Keuangan
1. Orientasi Profit : Mencari laba maksimal
2.
Keep Sustainability of Company : Mempertahankan keberlangsungan perusahaan
3.
Greating Value of Company : Menaikkan nilai perusahaan
4.
Greating Safety of Owner : Menaikkan kesejahteraan pemilik
B. KEGIATAN MANAJEMEN KEUANGAN
C. KEBIJAKAN MANAJER KEUANGAN
1. Kebijakan investasi
2. Kebijakan vinacy (pendanaan)
3. Kebijakan
modal kerja
4. Kebijakan
deviden
D.
LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan terdiri dari :
1. Neraca
2. Laporan
laba rugi
3. Laporan
perubahan modal
4. Laporan
arus kas
D1. NERACA (menentukan
kebijakan investasi dan vinancy)
D2. LAPORAN LABA RUGI
Contoh:
|
|
Senin, 25 Agustus 2014
Power Motivation
THE POWER OF
KEPEPET
·
Lebih baik kecil jadi bos daripada gede jadi kuli
“Jangan pernah ulangi kesalahan papah, lebih baik kecil jadi bos,
daripada gede jadi kuli! Kuli kerja, kuli dapet makan, kuli nggak kerja, nggak
dapet makan! Kalau boss, nggak kerja pun dapet makan”.
a. Seandainya
Bayangkanlah,
malam hari ini orang yang paling Anda sayangi mendadak sakit keras, demam
tinggi dan kondisinya semakin melemah. Kemudian Anda membawanya ke rumah sakit.
Setelah pengecekan di UGD, ternyata dia didiagnosis mengidap tumor yang gadas
di otaknya. Dokter mengatakan bahwa ia harus dioperasi besok juga, jika tidak
ia maka nyawanya akan melayang. Nah, operasi hanya bisa dilakukan jika Anda
menyerahkan uang tunai sejumlah 50 juta rupiah paling lambat jam 9 esok hari.
Bagaimana? Apakah Anda masih akan mengatakan tidak bisa? Mayoritas akan
menjawab, “Harus Bisa!!!”.
Kenapa?
Karena sudah Kepepet! Jika tidak, nyawa orang yang Anda sayangi akan melayang.
Entah dari mana dapat duitnya.
Seberanarnya
jika dalam kondisi yang kepepet dan tidak diberikan pilihan untuk “tidak bisa”
manusia akan berpikir dan mencari jalan “bagaimana harus bisa”.
b. Kepepet vs
Iming-Iming
Ada
dua sebab yang membuat orang tak tergerak untuk berubah. Yang pertama adalam
impiannya kurang kuat, yang kedua adalah tidak dalam keadaan kepepet. Dua hal
tersebut yang seringkali disebut orang sebagai kurang motivasi. Kesalahan fatal
yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun pelatih/trainer motivasi pada
umumnya adalah hanya menggunakan impian sebagai “iming-imgin” untuk
menggerakkan peserta pelatihan (audiens).
“Apa impian Anda? Siapa yang ingin punya mobil dan rumah mewah? Atau
bahkan punya kapal pesiar?” Memang saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa
dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar,
mereka dihantam kemalasan. Apa jadinya? Mereka tetap diam di tempat.
Contoh
kedua, ada seorang salesman bekerja di suatu perusahaan. Seperti perusahaan
lainnya, mereka menerapkan sistem bonus. “Jika Anda mencapai target yang telah
ditentukan, maka Anda akan mendapatkan bonus jalan-jalan keluar negeri” Kata
Managernya. “Gimana, semangat?” lanjut manager berinteraksi.
“Semangat...ngat...ngat!!!” sambut selesman, sambil mengepalkan tangannya
seolah siap tempur. Bulan demi bulan berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian
si manager bertanya, “Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?” Salesman
menjawab, “Tidak Pak, cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak.”
Setelah 3 bulan masa “iming-iming” tak berhasil, si manager mulai mengubah
strategi. Dia berteriak agak menekan di dalam meetingnya, “Pokoknya, jika Anda
tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah saja tetapkan, Anda saya
PECAT!”. Nah, keluarlah keringat dingin si salesman, malu, nggak pedenya hilang
seketika. Kok bisa? Karena KEPEPET! Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat
memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat, penghasilannya akan nol.
“Trus, anak istriku makan apa?” pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama
ini tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui. Itulah yang disebut dengan The
Power Of Kepepet.
Dan
97?% orang termotivasi karena kepepet. Bukan karena iming-iming. Maka dari itu
ada pepatah mengatakan:
“KONDISI
KEPEPET ADALAH MOTIVASI TERSEBER DI DUNIA”
![]() |
c. Dari Mana
Datangnya Kekuatan Itu?
Percaya atau
tidak, sebagian siswa pernah merasakan pengalaman ini. SKS alias Sistem Kebut
Semalam, hampir semua siswa pernah mengalaminya. Menjelang ujian esok harinya,
Anda belajar semalaman. Apa yang terjadi? Otak Anda seolah “Melar” dengan
cepat, memepelajari banyak hal hanya dalam 1 malam. Anehnya juga, rasa rantuk
dan lelah pun dapat terkalahkan.
Bukankah ini
yang di namakan The Power of Kepepet. Dalam keadaan kepepet, selelah apapun tak
akan terpedulikan.
d. Efek Placebo
Profesor Tony Dickenson melakukan suatu percobaan dengan
memberikan kejutan listrik terhadap 6 orang mahasiswa. Mereka dibagi menjadi 2
kelompok, yang akan diberi 2 macam pil, yaitu pil pengurang rasa sakit (pain
killer) dan pil penambah rasa sakit (pain booster). Dengan level sengatan yang
sama. Kelompok yang memakan pil pain booster merasakan rasa sakit lebih dari
sebelum mereka memakan pil. Sedangkan kelompok yang memakan pil pain killer
bisa meahan rasa sakit lebih lama dan merasa berkurang sengatannya. Tahukan
Anda, pil apa sebenarnya yang mereka makan? Ternyata bukan ginseng atau obat
kuat. Kedua pil tersebut sebenarnya sama-sama tepung dan gula yang diberi warna
berbeda. Itulah yang disebut egek Placebo atau obat tipuan. Lantas, apa yang
membuat mereka merasa lebih sakit atau berkurang rasa sakitnya? HARAPAN dan
KEYAKINAN mereka terhadap apa yang akan terjadi pada mereka akan benar-benar
terjadi.
Banyak orang tidak berani melangkah karena mereka mempunyai
keyakinan-keyakinan yang salah, yang idbentuk oleh dirinya dan lingkungannya selama
ini. Mereka tidak yakin bahwa bereka bisa melompat lebih tingg dari apa yang
mere pikirkan.
Sama halnya dengan orang yang berkata, “Kalo Rezekiku memang
segini, ya selamanya bakalan segini”. Bukankah Tuhan seperti prasangka kita?
Jika kita berprasangka Tuhan akan memberikan yang terabik, maka yang akan kita
dapat adalah yang terbaik. Demikian juga sebaliknya, jadi hati-hati dengan apa
yang kita pikirkan, karena itu bisa menjadi kenyataan.
“JIKA KITA BERHARAP SESUATU AKAN MENYAKITI PADA DIRI KITA, MAKA
HASILNYA BISA BENAR-BENAR MENYAKITKAN”
![]() |
![]() |
Sekilas pengetahuan yang dapat dijadikan sebuah super dan power
motivasi.
Langganan:
Postingan (Atom)






















